Rabu, 20 Desember 2017

Filled Under:

Ruang Inspirasi Sang Hati #3



Negeri di Ambang Perjuangan

Dahulu tanah ini begitu tentram
Masyarakatnya hidup saling berdampingan
Semangat persaudaraan terus dipupuk siang dan malam
Segala kepentingan tidak saling berbenturan
            Anak-anak berlari kecil sambil bergumam
            Tak jarang secercah senyum membersamai setiap pijakan
            Mereka tidak mengenal apa itu masa kelam
            Yang mereka tahu hanyalah sebuah kenyamanan
Setiap canda tawa terajut dalam simfoni alam
Semua terangkum dalam balutan kedamaian
Rasa cinta mereka akan terus bersemayam
Hingga ia bersatu dalam sebuah lembah impian
            Oh tidak, ia membuatku terperanjat di tengah malam
            Ia menjelma menjadi mimpi di tengah kesunyian
            Aku kemudian berbisik dalam diam
            Berharap itu semua bukan sekedar angan
Hasil gambar untuk al liwa 

Sesaat kemudian aku kembali dalam memori masa silam
Di mana tak ada senapan yang merenggut kebahagiaan
Di mana rasa cinta tertaut dalam relung hati terdalam
Di mana tak ada darah dan jasad yang bertebaran di jalan
            Kini semua terasa begitu mencekam
            Tatkala rezim tak berperasaaan kian nyaman
            Negeri ini bak reruntuhan di tengah kolam
            Yang sekejap saja bisa hancur dan tertelan
Tatkala rasa kemanusiaan terkikis liarnya ego
Tak ubahnya ultimatum yang memecah kesunyian
Segala hak asasi tiada luput dari sapuan embargo
Dalam balutan ekspansi yang merenggut kebebasan

            Wahai jiwa yang diliputi rasa ketakutan
            Berikrarlah untuk menegakkan panji kemenangan
            Kami di sini siap mengawal setiap detik perjuangan
            Takkan kami ikhlaskan setetes saja darah yang tertumpah di jalan
Demi terciptanya tatanan hidup yang lebih berperikemanusiaan
Janji kami hingga syahid di medan pertempuran
Karena kemerdekaan adalah hak setiap insan
Hingga dunia menyaksikan dahsyatnya rasa cinta karena iman
            Kini iman itu yang akan menguatkan dan menyatukan
            Jarak dan waktu bukanlah lagi menjadi sebuah hambatan
            Ukhuwah kan membakar semangat tuk mengggalang kekuatan
            Hingga kemenangan dan kemerdekaan menjadi sebuah keniscayaan
Wahai para pemuda akhir zaman
Bangkit dan beranjaklah dari zona nyaman!
Sambutlah seruan Tuhanmu untuk membela saudara seiman
Tebuslah darah para syuhada dengan sebuah tekad perjuangan
            Jiwa ragamu bukanlah diciptakan tuk kesia-siaan
            Namun ia adalah modal utama dalam indahnya perniagaan kepada Tuhan
            Berjuanglah agar  baldatun thayyibun wa rabbun ghafur dapat diwujudkan
            Hingga kedamaian dapat dirasakan oleh setiap insan
Bila tiba saat jiwa dan raga terbingkai dalam persatuan
Tatkala hati bersatu padu dalam panji kemenangan
Di saat itulah tak ada lagi hiruk pikuk penderitaan
Setiap penindasan pun berganti dengan perlindungan

Created by : Putri-Nurazkiya97
Ciputat, 15 Desember 2017

1 komentar:

  1. keren bheeeuud,سبحان الله, 7 tpi lbih kren klo judulnya "negeri dimasa perjuangan". menuju 48 ; 1, supaya 48 ; 2 - 3,,

    #BeThe48Generation

    BalasHapus