Negeri
di Ambang Perjuangan
Dahulu tanah
ini begitu tentram
Masyarakatnya
hidup saling berdampingan
Semangat
persaudaraan terus dipupuk siang dan malam
Segala
kepentingan tidak saling berbenturan
Anak-anak berlari kecil sambil
bergumam
Tak jarang secercah senyum
membersamai setiap pijakan
Mereka tidak mengenal apa itu masa
kelam
Yang mereka tahu hanyalah sebuah
kenyamanan
Setiap canda
tawa terajut dalam simfoni alam
Semua terangkum
dalam balutan kedamaian
Rasa cinta
mereka akan terus bersemayam
Hingga ia
bersatu dalam sebuah lembah impian
Oh tidak, ia membuatku terperanjat
di tengah malam
Ia menjelma menjadi mimpi di tengah
kesunyian
Aku kemudian berbisik dalam diam
Berharap itu semua bukan sekedar
angan
Sesaat kemudian
aku kembali dalam memori masa silam
Di mana tak ada
senapan yang merenggut kebahagiaan
Di mana rasa
cinta tertaut dalam relung hati terdalam
Di mana tak ada
darah dan jasad yang bertebaran di jalan
Kini semua terasa begitu mencekam
Tatkala rezim tak berperasaaan kian
nyaman
Negeri ini bak reruntuhan di tengah kolam
Yang sekejap saja bisa hancur dan
tertelan
Tatkala rasa
kemanusiaan terkikis liarnya ego
Tak ubahnya
ultimatum yang memecah kesunyian
Segala hak
asasi tiada luput dari sapuan embargo
Dalam balutan
ekspansi yang merenggut kebebasan
Wahai jiwa yang diliputi rasa
ketakutan
Berikrarlah untuk menegakkan panji
kemenangan
Kami di sini siap mengawal setiap
detik perjuangan
Takkan kami ikhlaskan setetes saja
darah yang tertumpah di jalan
Demi
terciptanya tatanan hidup yang lebih berperikemanusiaan
Janji kami
hingga syahid di medan pertempuran
Karena kemerdekaan
adalah hak setiap insan
Hingga dunia
menyaksikan dahsyatnya rasa cinta karena iman
Kini iman itu yang akan menguatkan
dan menyatukan
Jarak dan waktu bukanlah lagi
menjadi sebuah hambatan
Ukhuwah kan membakar semangat tuk
mengggalang kekuatan
Hingga kemenangan dan kemerdekaan
menjadi sebuah keniscayaan
Wahai para
pemuda akhir zaman
Bangkit dan
beranjaklah dari zona nyaman!
Sambutlah
seruan Tuhanmu untuk membela saudara seiman
Tebuslah darah
para syuhada dengan sebuah tekad perjuangan
Jiwa ragamu bukanlah diciptakan tuk
kesia-siaan
Namun ia adalah modal utama dalam
indahnya perniagaan kepada Tuhan
Berjuanglah agar baldatun thayyibun wa rabbun ghafur
dapat diwujudkan
Hingga
kedamaian dapat dirasakan oleh setiap insan
Bila tiba saat jiwa dan raga
terbingkai dalam persatuan
Tatkala hati bersatu padu dalam
panji kemenangan
Di saat itulah tak ada lagi hiruk
pikuk penderitaan
Setiap penindasan pun berganti
dengan perlindungan
Created by : Putri-Nurazkiya97
Ciputat, 15 Desember 2017
keren bheeeuud,سبحان الله, 7 tpi lbih kren klo judulnya "negeri dimasa perjuangan". menuju 48 ; 1, supaya 48 ; 2 - 3,,
BalasHapus#BeThe48Generation