Sabtu, 07 Oktober 2017

Filled Under:

Ruang Inspirasi Sang Hati #2

"Negaraku kini telah merdeka
Tapi mengapa rakyatnya menderita?
Mereka terlihat lusuh, walau dengan baju
Mereka terlihat senang, walau dengan kepingan"

Sahabat, beberapa kalimat di atas adalah satu bait lagu yang mencerminkan keadaan negara kita saat ini. Lagu tersebut sebagai prolog saja sebelum saya share "Ruang Inspirasi Sang Hati #2" yang mudah-mudahan bisa menginspirasi sahabat semua agar mampu mengekspresikan ungkapan hati nurani dan "uneg-uneg" positifnya lewat tulisan.. Yuk langsung aja kita liat puisi di "Ruang Inspirasi Sang Hati #2".. Check this out.. :D



Bait Nurani Sang Pribumi
Elok rupanya, wajah sang ibu pertiwi
Terpatri ribuan janji sang penguasa politik
Berhiaskan sumpah setia bermakna surgawi
Tak ubahnya syair pengundang pelik
            Tanpa ragu menjadikan agama sebagai tameng kemunafikan
            Mencerca sang lawan dengan penuh keangkuhan
            Rakyat kecil menjadi sasaran nafsu kebiadaban
            Hingga semua berhulu pada jalan kebinasaan
Duhai sang penguasa politik nan agung, katanya!
Dimanakah segala janji manismu melabuhkan aksi nyatanya?
Akankah semua itu hanya berakhir di mulutmu saja?
Akankah hanya omong kosong terbalutkan nafas bersahaja!
            Kami bukanlah budak belian yang pandai bersilat lidah
            Pun bukanlah hewan peliharaan yang membuntuti kemanapun kau pergi
            Tapi kamilah generasi penentu ke mana bangsa ini kan mengarah
           Menjadi garda terdepan untuk bangsa yang lebih baik lagi


Setiap kalimat yang kau serukan, akankah sarat makna?
Setiap gerak yang kau lakukan, akankah untuk kepastian?
Oh tidak, ternyata itu hanyalah bualanmu belaka!
Kata dan gerakmu hanyalah pintu kebohongan, tanpa pembuktian!
            Hari-harimu terisi gelak tawa di kursi peradaban
            Tinggallah kami berada dalam kursi penghambaan
            Tatkala hati berharap memperoleh panji kesejahteraan
            Tak ubahnya seorang pesakitan di ujung kehampaan
Ah sudahlah! Tak perlu lagi kau bercakap soal kemenangan
Jika mulut dan gerakmu saja mengandung kebohongan
Negeri ini hanya akan melahirkan pecundang berkedok kepemimpinan
Tak ubahnya serigala berbulu domba di tengah rerumputan
            Kami tidak butuh segala janji-janji yang berujung angan-angan belaka
            Sebab hati nurani masih mampu menerka dinasti hedonis nan bengis
            Kami sambut engkau tatkala mampu menebus segala angkara murka
            Serta mengais kembali serpihan kecewa yang terbalut dalam tangis
Negeri ini memanggil nuranimu, wahai sang penguasa!
Adakah kau mendengar setiap bait keresahan kami di pergulatan bangsa ini?
Adakah kau menerka setiap detik yang kami lewati tanpa makna keluasan asa?
Berjalanlah selaras dengan kami, demi mewujudkan Indonesia yang damai di muka bumi


Created by : P-Nurazkiya97
Ciputat, 07 Oktober 2017 15.29 WIB




1 komentar: