"Negaraku kini telah merdeka
Tapi mengapa rakyatnya menderita?
Mereka terlihat lusuh, walau dengan baju
Mereka terlihat senang, walau dengan kepingan"
Sahabat, beberapa kalimat di atas adalah satu bait lagu yang mencerminkan keadaan negara kita saat ini. Lagu tersebut sebagai prolog saja sebelum saya share "Ruang Inspirasi Sang Hati #2" yang mudah-mudahan bisa menginspirasi sahabat semua agar mampu mengekspresikan ungkapan hati nurani dan "uneg-uneg" positifnya lewat tulisan.. Yuk langsung aja kita liat puisi di "Ruang Inspirasi Sang Hati #2".. Check this out.. :D
Created by : P-Nurazkiya97
Ciputat, 07 Oktober 2017 15.29 WIB
Tapi mengapa rakyatnya menderita?
Mereka terlihat lusuh, walau dengan baju
Mereka terlihat senang, walau dengan kepingan"
Sahabat, beberapa kalimat di atas adalah satu bait lagu yang mencerminkan keadaan negara kita saat ini. Lagu tersebut sebagai prolog saja sebelum saya share "Ruang Inspirasi Sang Hati #2" yang mudah-mudahan bisa menginspirasi sahabat semua agar mampu mengekspresikan ungkapan hati nurani dan "uneg-uneg" positifnya lewat tulisan.. Yuk langsung aja kita liat puisi di "Ruang Inspirasi Sang Hati #2".. Check this out.. :D
Bait Nurani Sang Pribumi
Elok
rupanya, wajah sang ibu pertiwi
Terpatri
ribuan janji sang penguasa politik
Berhiaskan
sumpah setia bermakna surgawi
Tak
ubahnya syair pengundang pelik
Tanpa ragu menjadikan agama sebagai
tameng kemunafikan
Mencerca sang lawan dengan penuh
keangkuhan
Rakyat kecil menjadi sasaran nafsu
kebiadaban
Hingga semua berhulu pada jalan
kebinasaan
Duhai
sang penguasa politik nan agung, katanya!
Dimanakah
segala janji manismu melabuhkan aksi nyatanya?
Akankah
semua itu hanya berakhir di mulutmu saja?
Akankah
hanya omong kosong terbalutkan nafas bersahaja!
Kami bukanlah budak belian yang
pandai bersilat lidah
Pun bukanlah hewan peliharaan yang membuntuti
kemanapun kau pergi
Tapi kamilah generasi penentu ke
mana bangsa ini kan mengarah
Menjadi garda terdepan untuk bangsa yang
lebih baik lagi
Setiap
gerak yang kau lakukan, akankah untuk kepastian?
Oh
tidak, ternyata itu hanyalah bualanmu belaka!
Kata
dan gerakmu hanyalah pintu kebohongan, tanpa pembuktian!
Hari-harimu terisi gelak tawa di
kursi peradaban
Tinggallah kami berada dalam kursi
penghambaan
Tatkala hati berharap memperoleh panji
kesejahteraan
Tak ubahnya seorang pesakitan di
ujung kehampaan
Ah
sudahlah! Tak perlu lagi kau bercakap soal kemenangan
Jika
mulut dan gerakmu saja mengandung kebohongan
Negeri
ini hanya akan melahirkan pecundang berkedok kepemimpinan
Tak
ubahnya serigala berbulu domba di tengah rerumputan
Kami tidak butuh segala janji-janji
yang berujung angan-angan belaka
Sebab hati nurani masih mampu
menerka dinasti hedonis nan bengis
Kami sambut engkau tatkala mampu
menebus segala angkara murka
Serta mengais kembali serpihan
kecewa yang terbalut dalam tangis
Negeri
ini memanggil nuranimu, wahai sang penguasa!
Adakah
kau mendengar setiap bait keresahan kami di pergulatan bangsa ini?
Adakah
kau menerka setiap detik yang kami lewati tanpa makna keluasan asa?
Berjalanlah
selaras dengan kami, demi mewujudkan Indonesia yang damai di muka bumi
Created by : P-Nurazkiya97
Ciputat, 07 Oktober 2017 15.29 WIB
😍😍😍 mantapp kak 👏
BalasHapus